Proses Sertifikasi SNI

Gambaran alur sertifikasi dari sisi perjalanan prosesnya: apa yang terjadi pada setiap titik, siapa yang terlibat, dan apa hasil dari tiap tahap.

Alur proses sertifikasi

Halaman ini menyajikan sertifikasi SNI sebagai sebuah alur waktu. Setiap tahap menghasilkan bukti yang menjadi masukan bagi tahap berikutnya, dan proses hanya bergerak maju ketika bukti tersebut diterima oleh LSPro.

Halaman ini melengkapi Prosedur Mendapatkan SPPT SNI. Halaman prosedur menyusun sembilan tahap resmi beserta dokumen yang harus disiapkan pada masing-masing tahap; halaman ini menjelaskan jalannya proses dan apa yang terjadi di lapangan.
  1. 1

    Pendaftaran

    Perusahaan mengajukan permohonan sertifikasi kepada LSPro dengan melampirkan dokumen perizinan dan dokumentasi sistem mutu. LSPro memeriksa kelengkapan berkas sebelum proses dilanjutkan.

  2. 2

    Audit & Pengambilan Contoh

    Tim audit LSPro datang ke pabrik untuk memeriksa sarana produksi, proses produksi, dan pengendalian mutu. Pada kesempatan yang sama, petugas pengambil contoh mengambil sampel produk secara resmi disertai Berita Acara.

  3. 3

    Pengujian Laboratorium

    Contoh produk diuji di laboratorium terakreditasi KAN terhadap seluruh parameter SNI yang berlaku. Hasil uji dituangkan dalam Sertifikat Hasil Uji. Bila ada parameter yang tidak memenuhi, dilakukan uji ulang pada contoh arsip.

  4. 4

    Penutupan Ketidaksesuaian

    Temuan audit maupun hasil uji yang tidak sesuai harus ditindaklanjuti perusahaan. LSPro mengevaluasi bukti perbaikan sampai seluruh temuan dinyatakan closed.

  5. 5

    Rapat Teknis

    Tim teknis LSPro mengevaluasi laporan audit, hasil uji, dan tindak lanjut temuan untuk memutuskan apakah sertifikat dapat diterbitkan.

  6. 6

    Penerbitan SPPT SNI

    SPPT SNI diterbitkan dan perusahaan menandatangani perjanjian penggunaan tanda SNI, yang mengatur hak serta kewajiban dalam membubuhkan tanda SNI pada produk.

  7. 7

    Pengawasan Berkala

    Setelah sertifikat terbit, perusahaan menjalani pengawasan berkala, dan dapat pula pengawasan mendadak, untuk memastikan konsistensi mutu tetap terjaga selama masa berlaku sertifikat.

Setelah sertifikat terbit

Banyak perusahaan menganggap pekerjaan selesai ketika SPPT SNI diterima. Kenyataannya, kewajiban menjaga konsistensi mutu terus berjalan: pengawasan berkala dilakukan selama masa berlaku sertifikat, dan hasil pengawasan yang buruk dapat berujung pada pembekuan atau pencabutan sertifikat.

Karena itu sistem manajemen mutu yang dibangun sebaiknya dijalankan sebagai cara kerja sehari-hari, bukan disiapkan menjelang audit saja. Lihat syarat mendapatkan SPPT SNI untuk memahami kaitannya dengan ISO 9001.

Butuh pendampingan sertifikasi SNI atau ISO?

Sampaikan produk dan standar yang Anda butuhkan. Kami akan menjelaskan tahapan, persyaratan, dan estimasi prosesnya tanpa biaya konsultasi awal.