ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi

ISO 50001:2018 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Energi (Energy Management System). Standar ini mengubah penghematan energi dari niat baik menjadi sistem yang terukur, punya penanggung jawab, dan dievaluasi terus-menerus.

ISO 50001:2018 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Energi (Energy Management System). Standar ini mengubah penghematan energi dari niat baik menjadi sistem yang terukur, punya penanggung jawab, dan dievaluasi terus-menerus.

Butuh pendampingan penerapan?

LMI mendampingi dari gap analysis sampai sertifikat terbit. Lihat konsultasi ISO.

Tujuan ekonomi

Menurunkan biaya energi
Penurunan biaya energi 10 sampai 30 persen. Tagihan listrik dan BBM turun, dan inilah tujuan utama sebagian besar perusahaan.
Efisiensi operasional
Mesin lebih awet karena beban kerja optimal, sehingga downtime berkurang.
Pengembalian investasi cepat
Penggantian lampu LED, inverter, dan sejenisnya umumnya balik modal dalam 6 sampai 12 bulan.

Tujuan lingkungan

  • Mengurangi emisi CO2 dan gas rumah kaca. Hemat energi otomatis mengurangi polusi.
  • Mendukung target ESG dan carbon footprint perusahaan.
  • Menyediakan bahan laporan berkelanjutan kepada buyer dan investor.
Kepatuhan regulasi
Memenuhi PP 30 Tahun 2023. Perusahaan energi intensif di atas 6.000 TOE per tahun wajib memiliki sistem manajemen energi.
Syarat tender dan audit buyer
Sejumlah pembeli besar seperti Unilever, Coca-Cola, dan Indofood meminta pemasoknya memiliki program hemat energi.
Insentif pemerintah
Insentif pajak dan bea masuk untuk mesin hemat energi.

Tujuan manajemen dan sistem

Pengelolaan energi berbasis data
Dengan adanya baseline, indikator kinerja, dan monitoring, mesin yang masih boros dapat diketahui.
Perbaikan berkelanjutan
Evaluasi wajib dilakukan tiap tahun, dengan target penggunaan energi yang terus turun sampai batas tertentu.
Keterlibatan seluruh karyawan
Dari direktur sampai operator memiliki tanggung jawab hemat energi.

Konsep kunci

KonsepArtinyaContoh
Baseline energiGaris awal pemakaian energiPemakaian 2025 sebesar 100.000 kWh per bulan
Performance IndicatorIndikator keberhasilankWh per ton produk, dengan target turun 10 persen
Tinjauan energiMembedah energi dipakai untuk apa saja40 persen listrik untuk AC, 30 persen untuk mesin

Cara kerjanya

  1. Ukur dulu
  2. Tetapkan target
  3. Perbaiki
  4. Cek hasilnya

Beda dengan hemat energi biasa

Hemat energi biasaISO 50001
Matikan lampu kalau pulangAda kebijakan, target, data, dan penanggung jawab
Jalan satu bulan lalu terlupakanBerkelanjutan, diaudit dan diperbaiki terus
Tidak ada bukti penghematanAda laporan ke direksi tiap bulan

Untuk siapa standar ini

  • Industri energi intensif di atas 6.000 TOE per tahun.
  • Pabrik, hotel, rumah sakit, mall, data center, dan gedung perkantoran.
  • Industri dengan tagihan energi di atas Rp 100 juta per bulan.
  • Industri yang ingin menurunkan biaya overhead.

Butuh pendampingan sertifikasi SNI atau ISO?

Sampaikan produk dan standar yang Anda butuhkan. Kami akan menjelaskan tahapan, persyaratan, dan estimasi prosesnya tanpa biaya konsultasi awal.